Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2015

Kebakaran Toko Alat Alat Listrik

BENGKULU, Halilintar News online, Sebuah kebakaran telah terjadi di ruko yang berada tepat di pinggir jalan raya. Ruko yang letaknya tidak jauh dari kawasan mall terkenal di Bengkulu ini.
 Kebakaran ini juga mengakibatkan ruko disampingnya terbakar. Namun,ruko yang berada disampingnya tersebut hanya sebagian yang terbakar.
            Ruko yang bernama "Toko Aneka Listrik"  ini menjual alat alat listrik. Dimana alat alat listrik ini adalah alat alat yang mudah terbakar.
            Kebakaran ini terjadi pada hari Kamis, Pukul 23.45 WIB dini Hari. Untungnya pada saat kebakaran terjadi, seseorang yang mendiami ruko tersebut bisa cepat menyelamatkan diri dengan lewat pintu belakang, Sehingga tidak menyebabkan adanya korban jiwa.
            Ruko ini tepatnya berada di Jl. Litjen Soeprapto No. 62 Kota Bengkulu. Dimana kawasan ini adalah salah satu kawasan perbelanjaan di kota bengkulu. Sehingga banyak masyarakat yang cepat mengetahui adanya kebakaran,meskipun kebakaran tersebut terjadi pada dini hari. Dan masyarakatpun bergotong-royong untuk cepat memadamkan api tersebut.
            Kebakaran terjadi diduga karena adanya konsleting arus listrik. Karena menurut keterangan warga,mereka sempat mendengar ledakan-ledakan kecil dari dalam ruko tersebut. Dan setelah mereka keluar,ternyata api sudah mulai membesar. Sehingga seluruh warga sekitarpun panik.

            Wargapun cepat-cepat menghubungi pemadam kebakaran supaya api tidak menjalar ke rumah-rumah warga. Sambil menunggu mobil pemadam kebakaran datang,warga juga berusaha
memadamkan api tersebut menggunakan air-air di rumah warga. Namun hal itu kurang berhasil karena api sudah teralu besar. Dan setelah kurang lebih 15 menit,mobil pemadam kebakaranpun datang dan cepat-cepat memadamkan api tersebut. Dan butuh waktu kira-kira 1 jam untuk memadamkannya. Meskipun tidak ada korban jiwa,namun kerugian diperkirakan mencapi Jutaan Rupiah.
 {Angga}

Senin, 07 September 2015

Ini Keputusan Ridwan Kamil Soal Go-Jek di Bandung

Bandung - Uber sudah jelas dilarang oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk beroperasi. Bagaimana dengan Go-Jek? Orang nomor satu di Kota Bandung itu tidak bisa memutuskan apapun karena tidak ada aturan yang terkait.

"Go-Jek karena enggak ada perundangannya, jadi saya enggak tahu hal yang diambil," ujar pria yang akrab disapa Emil tersebut usai menerima laporan hasil seminar transportasi, di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Senin (7/9/2015).

Di Indonesia saat ini memang belum ada aturan yang mendasari pengoperasian alat transportasi roda dua. Sehingga, kata Emil, dirinya tidak bisa memutuskan apapun soal Go-Jek maupun Ojek Pangkalan.

"Referensinya itu PR pemerintaah pusat. Karena ojek maupun Go-Jek, belum ada aturannya. Tidak ada dasar hukum soal itu," terang Emil.

Belum adanya tautan hukum terkait transportasi roda dua itu membuat Emil mendesak kepada pemerintah pusat untuk membuat regulasi khusus. Sehingga, mayoritas masyarakat pemakai ojek pangkalan maupun Go-Jek terlindungi.

"Pemkot Bandung akan menyampaikan hasil seminar ini agar kebutuhan realiita bisa ada payung hukum. Karena saat si manusia itu menjadi penumpang ada aspek keselamatan lalu lintas yang harus diperhatikan," ungkapnya.

Karena Go-Jek maupun Ojek Pangkalan sama-sama tak memiliki payung hukum. Pria yang hobi bersepeda itu meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk mendamaikan keduanya.

Seperti diketahui, keberadaan Go-Jek belakangan mengundang protes dari Ojeg Pangkalan yang merasa lapaknya disabet oleh Go-Jek. Padahal, kata Emil, Go-Jek dan Ojek memiliki pasar yang bebeda.

"Tugas Dishub bukan hanya mendamaikan tapi mengupgrade. Karena si Go-Jek ini menerima panggilan, kalau ojek pangkalan bagian yang harus diedukasi yang akan menjadi tugas Dishub," kata Emil.

"Tugas dishub bukan hanya mendamaaikan, tp mengupgrade. Saya punya kepentingan agar ojeg pangkalan juga bisa makmur. Intinya Pemkot Bandung pro kepuasan warga," tandasnya.
(avi/ern)

Pemprov Jatim Akan Urus Korban TKI Kapal Tenggelam


Pemprov Jatim Akan Urus Korban TKI Kapal Tenggelam Foto: google maps
Surabaya - Pemerintah Provinsi Jatim akan terus mengupayakan pemulangan jenazah WNI, Jawa Timur yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan kota pesisir Bemam Selangor, Malaysia.

"Akan kita pulangkan, kita antar hingga rumah duka serta proses pemakaman kita tanggung," kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf pada detikcom melalui sambungan handphone, Senin (7/9/2015) malam.

Gus Ipul biasa disapa menegaskan, pihaknya saat ini lebih konsentrasi memulangkan jenazah warga Jatim yang sudah teridentifikasi dibandingkan melakukan penelusuran terkait status ketenagakerjaan korban.

"Kalau itu nanti, entah ilegal atau legal itu nanti. Sekarang fokus pemulangan dulu termasuk santunan," tegasnya.

Ia menyebut hari ini sudah 3 jenazah warga Jatim masing masing 1 jenazah asal Blitar dan 2 jenazah asal Pamekasan. "Laporan terakhir malam ini ketiganya sudah dimakamkan," imbuhnya.

Sementara, lanjut dia, sudah 8 jenazah warga Jatim yang sudah teridentifikasi.

Pada Kamis (3/9/2015) sekitar pukul 10.30 waktu setempat, kapal yang ditumpangi WNI mengalami musibah tenggelam di kawasan Sabak Berenam, Selangor. Diduga jumlah penumpang melebihi kapasitas.
(ze/ahy)

Jarak Pandang Minim, Water Boombing untuk Padamkan Hutan Belum Dimulai

Jakarta - Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah, BNPB, TNI, Polri dan relawan untuk memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera. Namun pemadaman melalui operasi udara 'water boombing' di Jambi, belum bisa dilakukan karena terkendala jarak pandang.

"Operasi udara (water boombing) dengan 2 helikopter BNPB tidak melakukan penerbangan karena terkendala jarak pandang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho kepada detikcom, Selasa, (8/9/2015).

Rendahnya jarak pandang dimaksud terjadi di Bandara Sultan Thaha, Jambi. Bahkan pesawat komersil pun tidak bisa beroperasi dalam asap yang menyelimuti langit Jambi. BNPB lalu mengusulkan penggunaan helipad di wilayah PT WKS yang jarak pandangnya lebih baik dbanding di Bandara Sultan Thaha Jambi.

"Ada alternatif memindahkan helikopter ke tempat lain yang jarak pandangnya masih baik," ujarnya.

Sutopo menuturkan, homebase semua pesawat hujan buatan dan helikopter ada di bandara Sultan Thaha. BNPB sudah minta ijin khusus ke kementerian perhubungan agar dalam jarak pandang tidak normal diijinkan terbang, namun izin tersebut belum keluar.

"Sebab aturan normal penerbangan diijinkan jika jarak pandang minimal 5000 meter. Kalau ketentuannya seperti itu maka tidak akan pernah terbang karena jarak pandang di lokasi tidak akan pernah 5000 m," tuturnya.

"Akhirnya diijinkan jika jarak pandang minimal 1.500 meter helikopter dapat terbang untuk waater bombing. Ya menunggu diijinkan terbang," imbuh Sutopo.


(bal/ahy)

SKM Suara Hukum: Tegas, Jelas & Berkualitas

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji hanya milik Allah yang telah melebihkan anak Adam (manusia) dengan ilmu dan amal atas semesta alam. Semoga sholawat serta salam tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, penghulu (tokoh) orang arab dan orang arab pegunungan ('Ajam). Begitu juga sholawat dan salam tetap terlimpahkan kepada sahabat-sahabat beliau yang merupakan sumber ilmu pengetahuan dan hikmah.
       Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas karunia-Nyalah, Surat Kabar Mingguan "SUARA HUKUM" bisa dapat hadir menemani masyarakat, semoga koran ini nantinya dapat menjadi media masyarakat yang inspiratif, kreatif dan penyeimbang didalam menegakkan keadilan dan kebenaran, sebagai salah satu media sosialisasi untuk perkembangan Sumber Daya Manusia berkaitan dengan hukum pada khususnya. Koran ini tentunya belumlah sempurna, masih banyak kekurangan-kekurangan disana-sini, baik dari segi tampilannya, maupun isi berita/tulisannya. Kami dengan tangan terbuka menerima masukan dan kritikan yang bersifat membangun demi kebaikan dimasa yang akan datang. Demikian saja.

Bengkulu, September 2015
SKM Suara Hukum,

ttd

ACHMAD TARMIZI GUMAY, SH, MH.
Pemimpim Umum
 

Tunggu Izin Turun, Summarecon Bandung Bangun Akses Keluar Tol hingga GLBA


Tunggu Izin Turun, Summarecon Bandung Bangun Akses Keluar Tol hingga GLBA  
Foto: Erna Mardiana

Bandung - PT Summarecon Agung Tbk masih menunggu sejumlah perizinan untuk membuka kawasan Summarecon Bandung di Gedebage. Sambil menunggu izin keluar, perusahaan properti ini akan membangun jalan yang menghubungkan akses keluar tol di KM 149 hingga Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

"Ini adalah komitmen kami kepada pemerintah daerah. Sesuai surat gubernur. Jadi jadi tidaknya PON digelar di sana, kami akan tetap membangun jalan itu," ujar Direktur Eksekutif PT Summarecon Agung Tbk Hindarko Hasan, yang menjadi penanggungjawab Summarecon Bandung, saat jumpa pers di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Senin (7/9/2015).

Hindarko menyatakan dari awal pihaknya sudah ada komitmen dengan pemda agar membangun akses untuk warga. "Kita tak akan diberi izin sebelum berkomitmen untuk membangun akses agar kawasan kami tidak ekeskusif," tandasnya. Pembangunan akses jalan itu dimulai akhir September nanti.

Menurutnya saat ini, perizinan yang belum selesai adalah amdal tahap satu dan IMB. Hindarko menegaskan pihaknya baru akan melaunching proyek ini ke publik apabila semua izin sudah dikantongi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan kawasan Summarecon Bandung berdiri di atas lahan 300 hektare. "Sekitar 90 persen lebih tanahnya sudah kita miliki," ujarnya. Summarecon Bandung akan berada di kawasan Bandung Teknopolis yang dirancang Pemkot Bandung.

Nantinya selain cluster-cluster perumahan, akan ada juga sentra Summarecon yang terdiri dari mal, hotel dan convention center, perkantoran, pedesterian. "Ini masih jauh," cetusnya.

Di tempat yang sama Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi menyatakan akan berusaha mengakomodir warga lokal khususnya Gedebage untuk terlibat dalam proyek.

"Pertama kita akan telusuri dulu. Bagi warga Gedebage yang unskill, seperti di Bekasi, kami akan ambil dulu, kita titipkan ke kontraktor-kontraktor. Kita juga akan memberikan training secara gratis. Ini bagian dari CSR kami," ujarnya.

Ia juga menegaskan proyek Summarecon Bandung baru akan dibuka ke publik, setelah proses perizinan selesai. "Kami akan ikuti aturan yang ada. Kami datang ke Bandung untuk menjadi bagian dari Bandung," kata Adrianto.

"Policy kami juga akan memberikan prioritas bagi warga Bandung nantinya," tegasnya.

Minggu, 06 September 2015

Bayi dengan Dua Wajah di Jambi Disembunyikan Orangtua

Keberadaan bayi dengan dua wajah tak diketahui (Foto: Info Jambi)
Keberadaan bayi dengan dua wajah tak diketahui (Foto: Info Jambi)

BANGKO — Asmawati, warga Desa Empang Benao, Pamenang, Merangin, Jambi, melahirkan bayi perempuan kembar siam seberat 2.400 gram dengan normal. Namun bayi perempuan itu lahir dengan kondisi fisik yang tidak sama dengan bayi lain karena memiliki dua wajah dengan satu tubuh.
Dengan keadaan ekonomi tidak mampu, bayi Asmawati dibawa ke Puskesmas Pamenang. Lantaran keterbatasan peralatan, bayi kembar siam ini dirujuk ke RSUD Bangko. Namun, karena takut terekspos, bayi itu kemudian dibawa pulang ke desa.
Kepala Puskesmas Pamenang, dr. Hermanto, membenarkan adanya bayi lahir kembar siam lahir normal di Desa Empang Benao, Rabu malam lalu. Hanya saja kondisi fisiknya tidak normal.
“Kamis pagi bayi itu dibawa orangtuanya periksa di puskesmas. Karena kembar siam, saya rujuk ke rumah sakit, tapi ditolak orangtuanya. Katanya malu. Kami tidak mungkin memaksa,” kata Hermanto.
Saat ini Hermanto tidak tahu lagi kondisi bayi kembar itu. Ia mendapat kabar bayi itu dibawa ke rumah sakit umum Muara Bungo.
Informasi yang diperoleh Infojambi.com, bayi tersebut lahir dengan dua wajah di satu kepala, empat mata, dua hidung, dan dua mulut. Tapi tidak semua organ itu berfungsi. Matanya hanya dua yang berfungsi. Sedangkan mulut dan hidung hanya satu berfungsi sempurna.
Azhari, warga yang sempat melihatnya, mengatakan, bibir dan langit-langit hidung bayi itu tidak sempurna. Ia selalu menangis karena tidak bisa menyusu layaknya bayi kebanyakan.
Sepengetahuan Azhari, bayi itu dibawa ke rumah sakit Muara Bungo Kamis siang kemarin, namun sorenya sudah dibawa pulang ke Bangko. Kabarnya akan dibawa ke Padang.
Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui di mana bayi kembar siam tersebut berada. Belum ada satupun keluarga bayi tersebut yang bisa dikonfirmasi.
(rtw)

Empat Kabupaten di Bengkulu Dapat Kabut Asap Kiriman

Kabut asap. (Foto: Antara)
BENGKULU - Prakirawan Stasiun Meteorologi Klas III Fatmawati Soekarno BMKG Bengkulu, Anjasman, mengatakan, empat kabupaten di wilayahnya kembali mendapatkan kabut asap kiriman dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.
Empat kabupaten yang diselimuti kabut asap tersebut, yakni Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, dan Bengkulu Utara. Akibatnya, jarak pandang di sana kini berkurang menjadi 2 kilometer.
''Ini lantaran angin berhembus dari selatan ke tenggara. Sehingga wilayah yang berbatasan dengan dua provinsi (Jambi dan Sumatera Selatan), mendapat kabut asap (kiriman),'' kata Anjasman, Senin (7/9/2015).
Meski begitu, sampai saat ini kabut asap belum memasuki Kota Bengkulu. Namun, jika angin berhembus dari timur ke utara, maka Kota Bengkulu juga bakal terkena asap tersebut. ''Jarak pandang di Kota Bengkulu sendiri masih normal, dan belum ada mengganggu penerbangan,'' tuturnya.
Sementara pantauan Satelit Aqua, terdapat lima titik api di Bengkulu. Jumlah itu tersebar di sejumlah kecamatan dalam tiga kabupaten.
Dua titik api menyala di Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. Kemudian di Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, 2 titik api. Lalu di Kecamatan Padang Ulaak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, 1 titik api.
(Angga)

Selasa, 17 Maret 2015

Pimpinan Perusahaan silaturahmi Dengan Pemkot Prabumulih

Halilintar.com.
Beberapa perusahaan yang ada di bumi seinggok sepemuyian ini datang kantor walikota prabumulih guna melakukan silaturahmi dengan pemerintah kota prabumulih Selasa (17/3). 


Bertempat di Ruang Rapat Lantai I Pemerintah Kota Prabumulih berlangsung acara Silaturahmi antara Walikota Prabumulih dengan Pimpinan Perusahaan yang ada di Kota Prabumulih. Acara yang dibuka dan dipimpin langsung oleh Walikota Prabumulih Ir H. Ridho Yahya, menyampaikan pentingnya komunikasi antara Pemerintah dengan Perusahaan yang ada di Kota Prabumulih, khususnya dalam permasalahan ketenagakerjaan. 

Minggu, 15 Maret 2015

Terkait Dugaan Ajang cari uang Pada Pelatihan mandi jenazah Kandinsos Bantah Tegas


Halilintar.com. 
Terkait pemberitaan pelatihan mandi mayat yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota  Prabumulih tahun anggaran 2014 yang diduga dijadikan ajang cari uang oleh oknum pegawai Dinsos Prabumulih yang beredar di beberapa media surat kabar belum lama ini, akhirnya Kepala Dinas Sosial Kota Prabumulih Yakub BN baru bisa dimintai keterangan dan angkat bicara terkait pemberitaan tersebut.

Secara tegas Yakub membantah semua dugaan yang beredar di beberapa media tersebut. "Tak ada ajang cari uang dalam pelatihan pemandi mayat, kita undang seluruh perwakilan warga di 37 Kelurahan dan Desa sebanyak 130 orang, dan kita ikut kan juga PHL di Dinsos sebagai peserta dan ikut pelatihan tersebut," jelas Yakub BN saat ditemui di ruangannya, Kamis (12/03).

Yakub yang didampingi Marhani selaku PPTK kegiatan tersebut juga menjelaskan bahwa peserta diberi uang transportasi sebesar Rp 100 ribu tanpa potongan apapun.

"Narasumber kegiatan selain Dinsos juga ada dari Kemenag Prabumulih, KUA dan tokoh masyarakat atau ulama di Prabumulih," tambah Marhani.

Sedangkan pendanaan kegiatan diambil dari APBD Prabumulih 2014.

"Kita berharap nantinya banyak kader yang mampu memandikan jenazah, hingga tak ada warga yang tak bisa mandikan mayat di Prabumulih," paparnya. Bahkan menurut Yakub, PHL Dinsos yang ikut pelatihan memandikan jenazah pun, dapat juga memandikan mayat jika diperlukan warga Prabumulih.(EPan)

Sabtu, 14 Maret 2015

Abdullah Doni Jabat Ketua PWI Kota Prabumulih

Halilintar.com.               
    Ketua PersatuanWartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Oktaf Riadi menghimbau agar para jurnalis hendaknya memiliki organisasi jurnalis yang diakui oleh peraturan yang berlaku, hal itu supaya para jurnalis/ wartawan tersebut dapat terlindungi bila dalam kegiatan pers yang dilakukannya tersangkut dengan masalah hukum, hal itu disampaikannya pada pembukaan konferensi cabang PWI Kota Prabumulih dalam rangka pemilihan Ketua dan Pengurus PWI Kota Prabumulih periode 2015-2016, (11/03).

     Menurut Oktaf, keharusan memiliki organisasi wartawan tersebut, juga merupakan bentuk profesionalisme dari setiap wartawan itu, "Wartawan yang profesional itu harus punya organisasi pers, hal itu penting bila si wartawan yang bersangkutan tersebut pada waktu kegiatan pers tersebut tersangkut masalah hukum,"ungkapnya. Dia juga menegaskan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), sebagai salah satu organisasi wartawan, sangat membuka diri kepada seluruh wartawan khususnya di Prabumulih ini yang mau bergabung menjadi anggota PWI, "PWI sangat terbuka dan menerima wartawan yang belum memiliki organisasi wartawan untuk bergabung menjadi anggota PWI, dan pastinya kita akan lindungi sepenuhnya para anggota kita yang tersangkut masalah hukum bila dalam kegiatan Persnya bermasalah dengan hukum, bahkan kita sangat prihatin dengan wartawan khususnya yang ada di Kota Prabumulih ini yang kurang berminat bergabung dengan organisasi wartawan,"bebernya.

Walikota Prabumulih Buka Acara Lomba Penilaian GSI Tingkat Provinsi

Halilintar.com.  
    Walikota prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,MM secara resmi membuka acara lomba penilaian Gerakan Sayang Ibu (GSI)  tingkat provinsi Sumatera Selatan Jum'at (13/03) di Aula Gedung Serba Guna kecamatan Cambai Kota Prabumulih.

    Dalam sambutannya  walikota prabumulih berharap  GSI    mendapat juara 1 ditingkat provinsi sumatera selatan. kegiatan GSI pada dasarnya kerap kali diselenggarakan Tik Penggerak PKK Kota Prabumulih di berbagai sector kehidupan masyarakat, hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan seorang Ibu yang mempertaruhkan hidupnya untuk melahirkan seorang anak sebagai generasi penerus.    “Seorang Ibu adalah manusia yang sangat berperan dalam kehidupan ini, melalui pengorbanan dan perjuangan keras seorang Ibu sejak mengandung hingga melahirkan, sosok seorang Ibu adalah segalanya bagi kehidupan keluarga, bangsa dan Negara dan dari didikan seorang ibu juga akan lahir generasi penerus yang handal,” katanya.