Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2015

Soal PHK, Menkeu Pakai Data Kementerian Tenaga Kerja


Jakarta Perlambatan ekonomi berdampak pada potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun begitu, beberapa data yang keluar seolah tak padu, lantaran baik pengusaha, serikat pekerja, dan pemerintah memiliki data yang berbeda.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menegaskan untuk data pengangguran (unemployment) mengacu data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

"Kita ambil satu data Kemenaker karena tugasnya mendata PHK, dalam artian yang benar-benar putus karena mendata apakah perusahaan membayar unemployment," kata dia, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Namun, pihaknya memberi catatan. Bambang bilang pengertian PHK ialah mereka atau para pekerja yang benar-benar putus hubungan kerja dengan pengusaha.

"Data unemployment mungkin beda-beda definisi. Ada PHK sebenarnya, benar-benar putus karyawan dan perusahaan," tuturnya.

Namun, definisi yang banyak dipahami saat ini para pekerja yang berstatus dirumahkan pun turut diitung PHK. Padahal, hal tersebut tak benar karena pekerja yang dirumahkan ada kemungkinan balik untuk dipekerjakan kembali.

"Ada sifatnya pengurangan jam kerja atau dirumahkan sementara ini kadang dianggap karyawan PHK. Sebenarnya di perusahaan dirumahkan sementara. Karena mungkin tak mau tiba-tiba bayar pesangon," tandas dia. (Dny/Gdn)
 

Minggu, 06 September 2015

Pengusaha Sulit Masuk RI Jika Selalu Dipolitisasi

\Pengusaha Sulit Masuk RI Jika Selalu Dipolitisasi\
Ilustrasi investasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mendorong investor masuk ke Indonesia, sehingga dana asing yang masuk bukan lagi ke pasar sekunder, melainkan investasi langsung. Dengan demikian, maka ekonomi Indonesia akan tumbuh. Salah seorang pengusaha Indonesia, Alberd Tanoni, mengatakan segala upaya baik yang dilakukan pengusaha harusnya didukung pemerintah dan parlemen harus didukung. Oleh karenanya, jika memang ada pertemuan antara pihak pemerintah dengan asing, tidak melulu dikaitkan dengan masalah politik
"Pertemuan Donald Trump dengan anggota DPR itu kan bisa menjadi salah satu langkah untuk mempererat investasi, tapi malah dikaitkan dengan politik," jelas dia kepada Okezone di Jakarta, Senin (7/9/2-15).
Menurutnya, para anggota DPR tersebut bertemu bukan untuk mengikuti kampanye, tapi memang membangun jembatan sehingga investasi di Indonesia dapat berkembang. Pasalnya, DPR RI pasti bertemu dengan DPR Amerika untuk menjelaskan kondisi investasi di Indonesia.
"Apalagi pengusaha sekelas Donald Trump sudah mau masuk ke Indonesia. Jadi saya yakin para elite politik tersebut akan mengajak investor untuk berinvestasi di sini," tambah dia.
Menurutnya, Donald Trump bisa menjadi investor besar di Indonesia. Hal ini terbukti dengan kerjasama yang dilakukan MNC Group dengan Donald Trump untuk membangun resor mewah di Bali. Pasalnya, Trump merupakan pengembang resort tepercaya di seluruh dunia.
"Ini investasi luar biasa karena memiliki modal capital yang besar sekali, sehingga akan membuat iklim yang biak bagi perekonomian Indonesia," tukas dia.
(mrt)

Sabtu, 05 September 2015

Pentingnya Etika Ekonomi Hadapi Krisis

Oleh: Angga Maulana

Pemerhati Ekonomi Syariah
Masyarakat mengalami keresahaan dalam menghadapi krisis yang terjadi saat ini, apalagi dengan melambungnya nilai mata uang rupiah yang terjadi saat ini—telah berdampak pada kenaikan semua harga kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu juga situasi ekonomi yang terjadi saat ini juga berdampak pada kondisi perusahaan, bahkan beberapa diantara mereka melakukan efisiensi produksi dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dampak—krisis ekonomi yang terjadi saat ini, banyak analisa media melakukan pemberitaan adanya krisis tersebut diantaranya situasi yang terjadi saat ini adalah faktor krisis global Yunani yang belum selesai, devaluasi yuan, kebijakan uang ketat (tight money policy) yang dilakukan The Fed dan ketidakstabilan kebijakan ekonomi dan politik dalam negeri. Semua persoalan itulah yang selama ini sering dibicarakan oleh pemberitaan media, para pengamat maupun praktisi ekonomi saat ini.
Meski demikian—inti dari krisis ekonomi yang terjadi saat ini bukan hanya dipandang dari segi makro dan fiskalnya saja. Akan tetapi krisis yeng terjadi saat ini tidak lepas dari sistem kapitalis yang selama ini digunakan oleh banyak negara-negara. Dimana dalam sistem kapitalis yang terjadi saat ini—sering kali kita jumpai banyak tindakan praktek-praktek spekulatif yang dilakukan. Krisis global dampak dari krisis Yunani tidak lepas dari praktek-praktek derivatif dalam sistem keuangan yang dijalankan. Begitu juga dengan pelemahan nilai mata uang rupiah tak lepas dari kebijakan uang ketat yang di lakukan bank sentral Amerika, sehingga memicu terjadinya tindakan spekulasi para investor yang melarikan modalnya dari Indonesia ke negara lain.
Munculnya capital flight (pelarian modal) ke negara-negara lain akhirnya memicu pelemahan nilai tukar rupiah. Selain itu juga tindakan-tindakan spekulatif merupakan tindakan yang tidak transparan dalam berekonomi. Maka sangat wajar jika ekonomi kapitalis rentang dengan krisis, bahkan banyak pengamat mengatakan krisis adalah siklus, dengan demikian sistem ekonomi yang dijalankan di dunia ini ada tindakan monopoli oleh pihak-pihak tertentu yang diuntungkan dan ini jelas bertentangan dengan moral dan etika.
Apalagi dampak dari permainan ekonomi yang saat ini dijalankan berpengaruh besar pada kehidupan semua orang. Akibat ulah para spekulan dan ketidaktransparan dalam berekonomi menjadikan ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat. Terkadang negara tak berkutik sama sekali menghadapi para pelaku ekonomi yang tak beretika tersebut.
Jadi memandang krisis ekonomi yang terjadi saat ini bukan hanya dipandang pada sisi karena kebijakan ekonomi dan politik yang tidak stabil, terjadinya devaluasi Yuan dan kebijakan The Fed. Tapi krisis yang terjadi saat lebih pada tiadanya etika dalam berekonomi. Tiadanya etika dalam berekonomi menjadikan seseorang menjadi rakus dan ingin menguasai segala macam potensi ekonomi. Bahkan ekonomi berkelanjutan dengan berparameter ekologi dan ekosistem juga dihabiskan untuk memuaskan keuntungan pada saat itu juga.
Maka dari itu pentingya ekonomi yang beretika, jika ingin krisis yang terjadi dinegeri ini tidak berlarut- larut. Ekonomi harus dijalankan dengan cara transparan (jujur dan adil) dimana ekonomi distribusikan secara merata dan tidak pada segelintir manusia atau kelompok. Kemudian ekonomi harus dijauhkan dari tindakan spekulatif (bukan perjudian) dimana praktek ekonomi harus riil ada transaksi barangnya dan tidak sekedar hanya sebuah lembaran kertas yang diperdagangkannya.
Praktik ekonomi beretika itu adanya di ekonomi syariah dimana ekonomi syariah secara substansi menolak adanya praktek maisir, gharar dan riba. Tiga aspek inilah yang selama ini ditekankan dalam ekonomi syariah. Maka dari itu semua adalah pilihan, jika diri kita tetap menggunakan sistem ekonomi kapitalis maka sistuasi krisis akan terus terjadi di tahun tahun yang akan datang. Jika diri kita memilih ekonomi syariah maka krisis yang terjadi bisa diatasi karena ekonomi syariah berbasis transaksi riil.

Modali Bandar Judi Rp 51 M, Pengusaha di Batam ini di-Red Notice

Jakarta - Seorang bandar judi bola online, WW ditangkap tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Hasil penelusuran polisi, WW dimodali oleh seorang pengusaha besar di Batam yang kini melarikan diri.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan interpol untuk melakukan penangkapan terhadap pengusaha tersebut.

"Pemodal WW ini adalah seorang pengusaha di Batam bernama Akiat yang sudah melarikan diri ke luar negeri. Kami akan berkoordinasi dengan interpol untuk menerbitkan red notice untuk yang bersangkutan," jelas Krishna kepada detikcom, Sabtu (5/9/2015).

Krishna menambahkan, tersangka Akiat ditengarai sudah melakoni bisnis ilegal tersebut sejak beberapa tahun lalu.

Sementara itu, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen mengatakan, Akiat ini memiliki 4 user dengan level super master (SM).

"Dia ini punya akumulasi limit kredit taruhan judi di pusatnya di luar negeri, di perusahaan sbobet itu sekitar Rp 51 miliar," kata Handik.

Adapun, bisnis judi yang dikendalikan pengusaha di Nagoya, Batam ini menanamkan sistem kepercayaan. Di mana, perusahaan judi tersebut memiliki 2 sistem pembayaran di muka dan pembayaran kredit dengan batasan (limit) taruhan.

"Nah tersangka WW sendiri, dia punya limitnya Rp 2 miliar dengan modalnya yang diberikan Akiat ini," katanya.

Dalam sistem kredit ini, pemain yang bertaruh bisa melakukan pembayaran setelah hasil taruhan keluar. Menang atau kalah, pemain harus menyetorkan uang taruhan ke agen.

"Kalau kalah taruhan terus dia enggak bayar, dia tidak akan dipercaya lagi. Begitu juga dengan level agen sampai master dan super master, kalau dia tidak bayar taruhan ke pusatnya, dia tidak akan dipercaya lagi," tuturnya.




(mei/Hbb)

Sabtu, 14 Maret 2015

Pengusaha tekstil dan ikan raup untung dari pelemahan Rupiah

Tidak selamanya pelemahan Rupiah membawa dampak buruk ke pengusaha dan masyarakat. Misalnya, pengusaha tekstil dan ikan malah meraup untung dari pelemahan Rupiah yang kini tembus di level Rp 13.200 per USD.

"Dengan Rupiah saat ini, sektor perikanan justru diuntungkan. Karena sektor perikanan kita sebagian besar orientasinya ekspor, semuanya ekspor sehingga ini menguntungkan," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia ( Kadin) Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto di Jakarta, Sabtu (14/3).