Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2015

10 Wajah Baru di Liga Champion 2015-16


 JUARA.net - Pergerakan pemain yang sangat aktif pada bursa transfer musim panas lalu telah memberikan pengalaman baru buat banyak pemain.

Pengalaman yang paling berharga dan menjadi impian para pemain di Eropa ialah berlaga di Liga Champion.
Beberapa pemain memang beruntung karena direkrut oleh tim-tim besar yang merupakan langganan tampil di ajang bergengsi Eropa itu, sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan bersama klub-klub sebelumnya.
Siapa sajakah para debutan di Liga Champion tersebut? Berikut ini di antaranya.


PAULO DYBALA (JUVENTUS)

Pemain Argentina itu layak bersyukur karena memiliki bakat mengesankan yang membuat Juventus memboyongnya dari Palermo


 KIKO CASILLA (REAL MADRID)


Meski pemain senior, Casilla tak pernah merasakan bermain di Liga Champion ketika masih membela Espanyol.

LUCIANO VIETTO (ATLETICO)


Mantan pemain Villareal itu pernah merasakan Liga Europa, tapi tidak Liga Champions.
 

SANTI MINA (VALENCIA)


Penyerang muda yang didatangkan dari Celta Vigo itu bahkan sebelumnya tak pernah merasakan tampil di kompetisi antarklub Eropa mana pun.

STEPHEN N'ZONZI (SEVILLA)


Bila terus bermain di Stoke City, mungkin pemain Prancis itu masih harus menunggu lama untuk bisa bermain di Liga Champion.

FABIAN DELPH (MANCHESTER CITY)


Pemain senior yang juga tak pernah menikmati Liga Champion ketika masih di Aston Villa.

ABDUL RAHMAN BABA (CHELSEA)


Pemain yang baru dibeli dari Augsburg itu bakal dibimbing John Terry, yang sudah mengoleksi 105 penampilan di Liga Champion.

MORGAN SCHNEIDERLIN (MANCHESTER UNITED)


Satu lagi muka anyar dari Inggris, yang baru bergabung dari Southampton

KEVIN TRAPP (PARIS SG)


Kiper kepercayaan PSG yang baru dibeli dari Eintracht Frankfurt.

CHARLES ARANGUIZ (BAYER LEVERKUSEN)


Gelandang yang ikut membawa Cile menjadi juara Copa America 2015 dan ditarik dari klub Brasil, Internacional.

Kamis, 10 September 2015

Zulham Top Skor

Zulham Zamrun untuk sementara ini menjadi top skor Piala Presiden 2015 © Halilintar News
Zulham Zamrun untuk sementara ini menjadi top skor Piala Presiden 2015. Sebanyak lima gol diciptakannya pada tiga laga yang sudah dilakoni, masing-masing kontra Persebaya United dan Persiba Balikpapan dua gol dan tiga gol diciptakannya pada laga terakhir kontra Martapura FC.

Zulham beda satu gol dengan pemain Pesebaya United Pedro Javier yang sudah mengkoleksi empat gol. Sementara Lancine Kone dari Arema Indonesia sudah mengkoleksi tiga gol dari tiga laga pada Grup B.

"Syukur Alhamdulillah, tapi gol ini bukan karena saya sendiri tapi karena teman-teman juga. Bukan karena saya hebat, tapi ada bantuan dari pemain lain akhirnya bisa cetak gol dan bisa jadi top skor sementara," ucapnya usai laga di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/2015).

Pemain bernomor punggung 54 ini berharap kedepan ia tetap dapat berkontribusi positif untuk Maung Bandung. Kerja keras menjadi tekadnya pada setiap pertandingan kedepannya. Target setelah lolos fase grup, ia pun ingin membawa timnya lolos kembali ke babak selanjutnya hingga jadi juara Piala Presiden.

"Lawan Delapan Besar nanti beda dengan di penyisihan grup. Mereka lebih kuat dan siap, PERSIB harus lebih siap dan fokus lagi menghadapi Delapan Besar. Saya akan bekerja lebih keras lagi," ucapnya. ***

(ANGGA)

Senin, 07 September 2015

Wawrinka Melaju ke Perempat Final US Open

Adrianus Mandey  
Selasa, 8 September 2015, 06:48 WIB
Halilintar Online News - Juara French Open Stan Wawrinka, mempertahankan tekanannya untuk mengakhiri ancaman Donald Young, dan memenangkan pertandingan 6-4 1-6 6-3 6-4 atas petenis Amerika Serikat (AS) itu, untuk melaju ke perempat final.

Dikutip dari Reuters, Selasa, 8 September 2015, Wawrinka yang merupakan unggulan kelima, mungkin akan menghadapi unggulan ketiga Andy Murray, yang saat ini masih bertanding menghadapi petenis Afrika Selatan Kevin Anderson di putaran keempat.
Wawrinka mengakhiri perlawanan Young, petenis peringkat 68 dunia, dengan tidak tidak memberi kesempatan padanya memperoleh break poin di set keempat. "Beberapa momen baik terjadi di lapangan," kata Wawrinka, yang kini berusia 26 tahun.

Empat tahun lalu, Young mengalahkan Wawrinka dengan lima set, pada putaran kedua US Open. Young yang saat remaja dianggap bakal menjadi petenis pria AS yang luar biasa, mencapai putaran empat US Open 2015 ini, dengan dua kemenangan epik.

"Itu sudah sangat lama," kata Wawrinka, yang sejak kekalahan itu terus berkembang, dengan memenangkan Australia Open 2014 melalui kemenangan atas Rafa Nadal, serta mengalahkan petenis nomor satu Novak Djokovic di final Roland Garros 2015.

Wawrinka mengatakan kemenangannya atas Young, merupakan pertarungan terbaik di US Open sejauh ini, dan dia puas bisa bangkit setelah keberhasilan Young menyamakan kedudukan di set kedua.

"Saya kira saya memulai set ketiga dengan benar lagi. Saya secara fisik berusaha bermain lebih agresif, seperti cara saya memulai pertandingan," katanya.

Motivasi Kapten Persib dan Penghormatan untuk Sang Ayah

HALILINTAR ONLINE NEWS - Kapten Persib Bandung, Atep Rizal menyimpan target khusus saat timnya menghadapi Martapura FC dalam laga terakhir babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2015 di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis, 10 September 2015.

Diketahui, Atep baru ditinggal ayahnya yang meninggal dunia pada Jumat, 4 September 2015. Sempat absen di laga melawan Persebaya United, kini dia berambisi membawa Persib menyempurnakan hasil di fase grup Piala Presiden.

Walaupun masih diliputi suasana duka, Atep mengungkapkan fokus dan konsentrasinya kini tertuju ke pertandingan kontra Martapura FC. Meski tak dalam kondisi fisik terbaik, dia mengaku siap tampil.

"Dalam suasana duka, saya akan berusaha tetap fokus ke program latihan dan pertandingan nanti. Cukup siap secara mental, walaupun kondisi fisik sedikit menurun. Tapi insya Allah jika dipercaya main saya siap," tegasnya.

Atep menyatakan, kepergian ayahnya cukup membuatnya terpukul. Apalagi selama ini almarhum merupakan sosok yang selalu memberinya dukungan hingga menjadi pemain profesional, yang akhirnya turut serta membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014.

"Almarhum selalu mendukung apa yang saya lakukan. Saat saya memutuskan serius di sepak bola, almarhum selalu berpesan untuk bisa menjadi yang terbaik, terutama menjaga nama baik daerah asal, Cianjur. Pesan dan harapannya alhamdulillah sudah bisa saya capai dan rasakan, itu berkat dorongannya yang luar biasa," ungkap Atep.

Sebagai bentuk penghargaan kepada ayahnya, Atep ingin memberikan sesuatu yang spesial di Presiden 2015, termasuk saat Maung Bandung dijajal Martapura FC.
"Ada motivasi tersendiri di Piala Presiden ini. Saya ingin memberikan yang terbaik dan bisa dibanggakan lagi. Ini sebagai bentuk penghormatan buat almarhum," ucapnya.

[Angga_Viking_Rafflesia]

Minggu, 06 September 2015

Konate Berharap Bisa Segera Kompak dengan Tim

Pemain Persib Bandung yang baru bergabung, Konate Makan, bermain tak begitu maksimal pada laga pertamanya di Piala Presiden. Ia masuk menggantikan Ilija Spasojevic pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-58, dalam match day kedua Persib saat meladeni perlawanan Persebaya United. Laga pada Minggu (6/9) malam di Stadion Si Jalak Harupat tersebut, Konate terlihat masih kaku dalam mengalirkan bola ke depan. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Persib.
Ditemui saat konferensi pers, ia tak kuasa menyembunyikan rasa senangnya bisa kembali ke SJH dengan dukungan ribuan penonton yang memadati stadion berkapasitas sekitar 27.000 itu. Kemenangan kedua di Piala Presiden mampu memuluskan langkah Persib melaju ke babak quarter final atau babak 8 besar. “Saya senang bisa menang 2-0, kami bermain bagus tadi. Saya lihat teman-teman bisa menjaga kualitas dan tetap kompak,” tutur pemain asal Mali ini.
Ketika ditanyai soal rasa gugup atau grogi, pemain 23 tahun itu membantahnya. Ia mengaku tidak mempunyai rasa nervous begitu diturunkan pelatih Jajang Nurjaman di babak kedua. Bahkan ia terlihat cukup semangat begitu namanya dengan kompak diteriaki oleh para bobotoh yang hadir langsung menyaksikan pertandingan. “Saya tidak nervous tadi,” sebutnya singkat.
Konate mengisyaratkan supaya rekan-rekannya jangan terlena dengan raihan 6 poin sampai saat ini. Laga demi laga di depan sudah menanti dan tim harus tetap fokus menjuarai Grup A, serta mengusung target juara di ajang turnamen gagasan PT Mahaka Sports and Entertainment. “Sekarang kita sudah masuk 8 besar, tapi tetap fokus game demi game. Kami harus juara di grup dan juara di Piala Presiden,” kutipnya optimis.
Konate pun berharap dirinya mampu kembali nyetel dengan tim dalam beberapa pertandingan ke depan. Dirinya akan berusaha lebih keras untuk mengembalikan kondisi dan rasa kompak di dalam lapangan dengan tim yang pernah dibawanya juara Indonesia Super League musim 2014.
“Saya harap setelah main 3 sampai 4 kali bisa menyatu lagi. Di Mali saya kadang berlatih sama teman. Tapi kalau tidak melakukan uji coba, berlatih sendiri itu beda. Saya sekarang baru datang dan saya akan menaikkan lagi kondisi,” pungkasnya.